Langsung ke konten

Prosedur medis · Pemeriksaan

Tes Treadmill

Treadmill Stress Test

Rekaman EKG saat Anda berjalan di treadmill yang makin cepat dan menanjak, untuk melihat reaksi jantung terhadap beban dan mencari tanda kekurangan darah ke otot jantung.

Ditinjau secara medis olehdr. Sri Diniharini, Sp.JP(K), Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah
Terakhir diperbarui6 Oktober 2026
Ilustrasi treadmill test dengan pasien berjalan di treadmill menggunakan elektroda EKG dan manset tekanan darah, monitor irama jantung, serta tenaga medis yang mengawasi pemeriksaan.
Ilustrasi Tes Treadmill
Kelompok prosedur
Diagnostik
Durasi tindakan
45 menit
Anestesi
Tidak ada
Rawat inap
Tidak direncanakan

Jawaban singkat

Apa Itu Tes Treadmill?

Tes treadmill, atau uji latih jantung, adalah pemeriksaan EKG yang direkam saat Anda berjalan di treadmill dengan kecepatan dan tanjakan yang dinaikkan bertahap. Tes ini menilai kemampuan fisik, tekanan darah, irama, dan tanda kekurangan darah ke otot jantung saat bekerja keras. Seluruh pemeriksaan berlangsung sekitar 30 sampai 60 menit.

Sumber informasi

Mengenal Tes Treadmill

Apa Itu Tes Treadmill

Tes treadmill adalah uji beban jantung dengan olahraga. Anda berjalan di atas treadmill yang kecepatan dan tanjakannya dinaikkan setiap beberapa menit, sementara EKG, tekanan darah, dan keluhan dipantau terus. Pemeriksaan ini juga dikenal sebagai uji latih jantung atau exercise stress test. Tujuannya melihat bagaimana jantung bereaksi saat harus bekerja lebih keras daripada saat istirahat.

Cara Kerja Singkat

Saat berolahraga, otot jantung memerlukan lebih banyak oksigen. Bila pembuluh koroner menyempit, aliran darah tidak dapat meningkat cukup, sehingga sebagian otot jantung kekurangan darah. Keadaan ini dapat memunculkan nyeri dada dan perubahan khas pada rekaman EKG yang tidak tampak saat istirahat. Pada sebagian orang, kekurangan darah ini tidak menimbulkan keluhan dan hanya terlihat dari perubahan EKG. Tes biasanya mengikuti tahapan baku, misalnya protokol Bruce, yang menaikkan beban setiap 3 menit.

Apa yang Dinilai

Selain perubahan EKG, dokter menilai berapa lama Anda mampu berjalan, kenaikan denyut jantung dan tekanan darah, munculnya gangguan irama, dan seberapa cepat denyut jantung turun setelah berhenti. Kemampuan fisik ini sendiri merupakan petunjuk yang kuat tentang kesehatan jantung, begitu pula tekanan darah yang tidak naik saat beban atau denyut jantung yang lambat turun setelah tes. Hasil tes juga dipakai untuk menyusun takaran olahraga yang aman, misalnya dalam program rehabilitasi jantung.

Kegunaan dan Keterbatasan

Tes treadmill mudah dilakukan dan tidak memakai radiasi maupun kontras. Namun, ketepatannya untuk menemukan penyempitan koroner lebih rendah dibanding uji beban dengan pencitraan. Pedoman Eropa 2024 lebih menganjurkan uji beban dengan pencitraan atau CT koroner untuk memastikan penyakit jantung koroner, sedangkan pedoman Amerika 2021 masih menerima tes treadmill pada pasien tertentu yang EKG istirahatnya normal dan mampu berolahraga. Hasil EKG juga sulit dibaca bila EKG istirahat sudah tidak normal, misalnya pada pemakai alat pacu jantung.

Tes Treadmill dan Pemeriksaan Lain

Bila diperlukan gambaran yang lebih jelas, beban treadmill dapat digabung dengan USG jantung, yang dibahas di halaman Ekokardiografi Stres, atau dengan zat penanda radioaktif, yang dibahas di halaman Pencitraan Perfusi Miokard. Bagi yang tidak dapat berjalan cukup lama, beban dapat diganti dengan obat pada kedua pemeriksaan tersebut.

Kapan Tindakan Ini Dipertimbangkan?

Dokter dapat mempertimbangkan tindakan ini pada keadaan berikut. Keputusan selalu ditetapkan setelah evaluasi menyeluruh.

  • Nyeri Dada saat BeraktivitasMencari tanda kekurangan darah ke otot jantung yang muncul saat beban.
  • Menilai Kemampuan Fisik dan RisikoPada penyakit jantung koroner yang sudah diketahui, untuk menentukan langkah berikutnya.
  • Sebelum Program Rehabilitasi JantungMenentukan takaran latihan yang aman setelah serangan jantung atau tindakan jantung.
  • Gangguan Irama saat OlahragaMelihat apakah rasa berdebar atau gangguan irama muncul saat beban.
  • Sesak saat BeraktivitasMembantu menilai apakah keluhan berasal dari jantung atau dari kebugaran yang menurun.
  • Sebelum Mulai Olahraga BeratPada orang tertentu dengan risiko penyakit jantung yang ingin berolahraga berat.
Tidak setiap pasien memerlukan tindakan ini. Tanyakan tujuan tindakan dan bagaimana hasilnya memengaruhi rencana perawatan Anda.
Keadaan yang Perlu Dipertimbangkan Lebih Dulu
  • Serangan Jantung atau Angina Tidak Stabil yang Baru TerjadiTes ditunda sampai keadaan stabil sesuai penilaian dokter.
  • Gangguan Irama Berbahaya yang Belum TerkendaliPerlu ditangani lebih dulu sebelum jantung dibebani.
  • Penyempitan Katup Aorta Berat dengan KeluhanBeban olahraga dapat memicu pingsan atau gangguan irama.
  • Penyakit Akut LainMisalnya emboli paru, radang otot jantung, robekan aorta, atau demam.
  • Tidak Mampu Berjalan di TreadmillUji beban dengan obat yang dipadukan dengan pencitraan lebih sesuai.

Apa yang Perlu Disiapkan?

Ikuti petunjuk yang diberikan tim saat jadwal pemeriksaan dibuat.

Makan dan minum. Makan ringan boleh, tetapi hindari makan berat sekitar 2 sampai 3 jam sebelumnya. Hindari kopi, teh, dan rokok pada hari pemeriksaan.

Obat. Dokter mungkin meminta Anda menghentikan sementara obat yang memperlambat denyut jantung, misalnya penghambat beta, sesuai tujuan tes. Jangan menghentikan obat sendiri.

Pakaian dan sepatu. Kenakan pakaian yang nyaman serta sepatu olahraga yang aman untuk berjalan cepat.

Bawa catatan. Bawa daftar obat dan hasil EKG atau pemeriksaan jantung sebelumnya. Sampaikan bila Anda punya nyeri sendi, gangguan keseimbangan, atau nyeri dada dalam beberapa hari terakhir.

Belum jelas dengan instruksi persiapan? Tanyakan kepada tim sebelum menjalani tindakan.

Bagaimana Tindakan Dilakukan?

Tes treadmill dilakukan di ruang uji latih dengan pengawasan dokter, tanpa bius. Seluruh pemeriksaan berlangsung sekitar 30 sampai 60 menit, sedangkan waktu berjalan di treadmill umumnya 6 sampai 12 menit.

Pemasangan Elektroda

Kulit dada dibersihkan, lalu sekitar sepuluh elektroda EKG ditempel. Manset tekanan darah dipasang di lengan. EKG dan tekanan darah saat istirahat direkam lebih dulu.

Berjalan di Treadmill

Anda mulai berjalan pelan. Setiap beberapa menit kecepatan dan tanjakan dinaikkan. Petugas menanyakan keluhan dan rasa lelah Anda secara berkala, sementara EKG terus dipantau di layar.

Kapan Tes Dihentikan

Tes dihentikan saat Anda terlalu lelah, target denyut jantung tercapai, atau muncul nyeri dada, sesak, pusing, perubahan EKG, gangguan irama, atau perubahan tekanan darah yang mengkhawatirkan. Sampaikan segera bila Anda merasa tidak nyaman.

Masa Pemulihan

Setelah berhenti, Anda berjalan pelan atau duduk sementara EKG dan tekanan darah dipantau sekitar 5 sampai 10 menit sampai kembali mendekati normal.

Manfaat dan Risiko Perlu Dibahas Bersama.

Setiap tindakan medis memiliki manfaat dan risiko. Dokter menjelaskan keduanya sesuai keadaan Anda sebelum tindakan.

Manfaat yang Dapat Diharapkan

  • Tanpa Radiasi dan KontrasHanya memakai elektroda EKG dan alat pengukur tekanan darah.
  • Menilai Kemampuan FisikLama dan beratnya beban yang mampu dicapai memberi petunjuk tentang kesehatan jantung.
  • Keluhan Dipantau LangsungKeluhan saat aktivitas dapat dicocokkan dengan rekaman EKG di bawah pengawasan dokter.
  • Dasar Takaran LatihanHasilnya membantu menyusun program olahraga dan rehabilitasi jantung yang aman.
  • Mudah DilakukanTidak memerlukan infus, jarum, atau persiapan khusus yang rumit.

Manfaat tindakan bukan janji kesembuhan. Tanyakan bagaimana hasilnya memengaruhi rencana perawatan Anda.

Risiko yang Perlu Diketahui

  • Nyeri Dada atau Sesak saat BebanTes dihentikan bila keluhan muncul, dan tim siap menanganinya.
  • Gangguan Irama JantungBiasanya ringan dan sesaat; gangguan irama berat jarang terjadi.
  • Perubahan Tekanan DarahTekanan darah dapat naik tinggi atau justru turun saat beban.
  • Jatuh atau Cedera OtotDicegah dengan pegangan treadmill dan kenaikan beban yang bertahap.
  • Hasil Positif atau Negatif PalsuEKG kadang berubah tanpa penyempitan, atau tetap normal meski ada penyempitan.
  • Kejadian SeriusSeperti serangan jantung; sangat jarang dan risikonya dinilai dokter sebelum tes.

Risiko setiap orang dapat berbeda. Penjelasan lengkap dan persetujuan tindakan diberikan setelah evaluasi individual.

Bagaimana Pemulihannya?

Anda dapat langsung pulang dan beraktivitas biasa setelah denyut jantung dan tekanan darah kembali normal. Rasa lelah dan pegal setelah tes wajar dan hilang dengan istirahat.

Hasil pemeriksaan. Dokter menilai rekaman EKG, kemampuan fisik, tekanan darah, dan keluhan selama tes, lalu menjelaskan hasilnya saat konsultasi. Bila hasilnya meragukan atau tidak normal, dokter dapat meminta pemeriksaan lanjutan.

Obat. Bila ada obat yang dihentikan sementara, tanyakan kapan boleh diminum kembali.

Tanda yang perlu diwaspadai. Segera ke IGD bila Anda mengalami:

  • Nyeri dada yang tidak hilang dengan istirahat
  • Sesak napas yang makin berat
  • Jantung berdebar sangat cepat atau tidak teratur
  • Pusing berat atau pingsan

Kenali Tanda yang Perlu Segera Ditangani.

Ikuti arahan tim tentang tanda yang perlu diwaspadai. Bila muncul keluhan berat atau mendadak setelah tindakan, segera ke IGD terdekat atau hubungi Heart Attack Center 1500 258.

Dokter dan Dukungan Tindakan

Dokter berikut tercantum untuk tindakan ini. Urutan menurut nama, bukan peringkat.

Dr. med. dr. Denio A. Ridjab, Sp.JP(K)

Kardiologi Intervensi

Coronary Intervention Procedures +2 center

Fokus klinisKardiologi Intervensi · Penyakit Jantung Koroner

Lihat Profil

Dr. dr. Jajang Sinardja, Sp.JP(K)

Kardiologi Intervensi

Coronary Intervention Procedures

Fokus klinisSindrom Koroner Akut · Intervensi Koroner Primer

Lihat Profil

dr. Sri Diniharini, Sp.JP(K)

Ekokardiografi & Imaging Kardiovaskular

Cardiovascular Diagnostic Center +1 center

Fokus klinisEkokardiografi Lanjutan · Ekokardiografi Transesofageal

Lihat Profil
Teknologi

Treadmill Test System

Sistem pemeriksaan yang merekam EKG, denyut jantung, dan tekanan darah selama Anda berjalan di treadmill dengan beban yang…

Ketersediaan teknologi dan dukungan pemeriksaan dikonfirmasi bersama tim. Teknologi dipilih sesuai kebutuhan klinis.

Sebelum Merencanakan Tindakan.

Pertanyaan yang sering diajukan tentang tes treadmill, dari persiapan sampai arti hasilnya.

Apa bedanya tes treadmill dengan ekokardiografi stres?

Keduanya dapat membebani jantung dengan treadmill. Tes treadmill hanya menilai rekaman EKG, tekanan darah, dan keluhan. Ekokardiografi stres menambahkan gambar USG jantung sebelum dan sesudah beban, sehingga dokter dapat melihat langsung bagian dinding jantung yang melemah. Ekokardiografi stres lebih tepat untuk mencari penyempitan koroner, terutama bila EKG istirahat Anda sudah tidak normal.

Apakah saya harus berlari?

Tidak selalu. Tes dimulai dengan berjalan pelan, lalu kecepatan dan tanjakan dinaikkan bertahap. Banyak orang selesai tanpa perlu berlari. Yang penting adalah berusaha mencapai beban yang cukup tinggi sesuai kemampuan, karena beban yang terlalu ringan dapat membuat hasil sulit disimpulkan. Anda boleh meminta berhenti kapan saja bila merasa tidak sanggup atau tidak nyaman.

Apakah tes treadmill aman?

Tes treadmill umumnya aman karena dilakukan dengan pengawasan dokter, pemantauan EKG dan tekanan darah sepanjang waktu, serta kenaikan beban bertahap. Dokter lebih dulu memastikan Anda tidak sedang mengalami keadaan yang membuat tes berbahaya, seperti serangan jantung yang baru terjadi. Kejadian serius sangat jarang. Tes dihentikan begitu muncul keluhan atau perubahan yang mengkhawatirkan.

Apakah saya perlu berhenti minum obat?

Kadang perlu. Obat yang memperlambat denyut jantung, seperti penghambat beta, dapat membuat denyut jantung sulit mencapai target sehingga hasil kurang dapat disimpulkan. Namun, bila tujuannya menilai kemampuan Anda saat memakai obat, obat justru tetap diminum. Dokter yang menentukan obat mana yang dihentikan dan berapa lama. Jangan menghentikan obat tanpa petunjuk dokter.

Bagaimana bila hasilnya positif?

Hasil positif berarti ada perubahan EKG atau keluhan yang menandakan kemungkinan kekurangan darah ke otot jantung saat beban. Hasil ini belum tentu berarti ada penyempitan, karena tes treadmill dapat memberi hasil positif palsu, terutama pada perempuan. Dokter dapat melanjutkan dengan uji beban dengan pencitraan, CT koroner, atau kateterisasi jantung, sesuai temuan dan keluhan Anda.

Bagaimana bila saya tidak kuat berjalan di treadmill?

Bila nyeri sendi, gangguan keseimbangan, atau penyakit lain membuat Anda tidak dapat berjalan cukup lama, tes treadmill kurang tepat. Dokter dapat memilih uji beban dengan obat yang dipadukan dengan USG jantung atau pencitraan nuklir, atau CT koroner untuk melihat pembuluh koroner secara langsung. Sampaikan keterbatasan Anda saat membuat jadwal.

Sumber dan Tinjauan Medis

Ditinjau secara medis oleh dr. Sri Diniharini, Sp.JP(K).

  1. Fletcher GF, Ades PA, Kligfield P, dkk. Exercise Standards for Testing and Training: A Scientific Statement From the American Heart Association. Circulation. 2013;128(8):873-934.
  2. Myers J, Arena R, Franklin B, dkk. Recommendations for Clinical Exercise Laboratories: A Scientific Statement From the American Heart Association. Circulation. 2009;119(24):3144-3161.
  3. Vrints C, Andreotti F, Koskinas KC, dkk. 2024 ESC Guidelines for the management of chronic coronary syndromes. Eur Heart J. 2024;45(36):3415-3537.
  4. Gulati M, Levy PD, Mukherjee D, dkk. 2021 AHA/ACC/ASE/CHEST/SAEM/SCCT/SCMR Guideline for the Evaluation and Diagnosis of Chest Pain: A Report of the American College of Cardiology/American Heart Association Joint Committee on Clinical Practice Guidelines. Circulation. 2021;144(22):e368-e454.
  5. Pelliccia A, Sharma S, Gati S, dkk. 2020 ESC Guidelines on sports cardiology and exercise in patients with cardiovascular disease. Eur Heart J. 2021;42(1):17-96.
  6. Ambrosetti M, Abreu A, Corrà U, dkk. Secondary prevention through comprehensive cardiovascular rehabilitation: From knowledge to implementation. 2020 update. A position paper from the Secondary Prevention and Rehabilitation Section of the European Association of Preventive Cardiology. Eur J Prev Cardiol. 2021;28(5):460-495.

Langkah berikutnya

Bahas Tindakan Ini dengan Lebih Jelas.

Konsultasikan tujuan, manfaat, dan risiko tindakan sebelum menentukan langkah berikutnya.

Konteks konsultasi: Tes Treadmill

Informasi di halaman ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi, diagnosis, atau pengobatan medis. Untuk keluhan kesehatan Anda, konsultasikan langsung dengan dokter.

Kembali ke Semua Prosedur