Langsung ke konten

Prosedur medis · Pemeriksaan

Angiografi Paru

Pulmonary Angiography

Pemeriksaan pembuluh darah paru dengan kateter dan kontras untuk menilai sumbatan menahun, hipertensi paru, dan kelainan arteri paru secara rinci.

Ditinjau secara medis olehdr. Santi R. Dewayanti, Sp.P, Spesialis Paru
Terakhir diperbarui5 Oktober 2026
Ilustrasi angiografi paru dengan jantung, arteri pulmonalis bercabang ke kedua paru, kateter dari vena menuju jantung kanan, dan bekuan darah yang menyumbat salah satu cabang arteri paru.
Ilustrasi Angiografi Paru
Kelompok prosedur
Diagnostik Invasif
Durasi tindakan
1 jam
Anestesi
Lokal
Rawat inap
Tidak direncanakan

Jawaban singkat

Apa Itu Angiografi Paru?

Angiografi paru adalah pemeriksaan arteri paru dengan memasukkan kateter tipis dari pembuluh vena di lipat paha atau leher menuju jantung kanan, lalu menyuntikkan kontras sambil merekam gambar sinar-X. Tes ini dipakai bila CT belum cukup, terutama untuk menilai sumbatan menahun pada hipertensi paru dan merencanakan pengobatannya.

Sumber informasi

Mengenal Angiografi Paru

Apa Itu Angiografi Paru

Angiografi paru adalah pemeriksaan untuk melihat arteri paru, yaitu pembuluh yang membawa darah dari jantung kanan ke paru. Kateter tipis dimasukkan lewat pembuluh vena, lalu zat kontras disuntikkan langsung ke arteri paru sehingga cabang-cabangnya tampak jelas pada rekaman sinar-X. Pemeriksaan ini sering dilakukan bersama kateterisasi jantung kanan untuk mengukur tekanan di jantung dan paru.

Cara Kerja Singkat

Kateter masuk lewat vena di lipat paha atau leher, lalu didorong perlahan melewati serambi kanan dan bilik kanan sampai ke arteri paru. Saat kontras disuntikkan, alat sinar-X merekam aliran darah dari beberapa sudut. Bagian arteri yang tersumbat, menyempit, atau tidak teraliri darah tampak sebagai celah atau potongan pada gambar.

Kegunaan Saat Ini

Untuk dugaan emboli paru akut, pemeriksaan pertama biasanya CT angiografi paru, yang tidak memerlukan kateter. Angiografi paru dengan kateter kini dipakai pada keadaan yang lebih khusus:

  • Hipertensi paru tromboemboli kronis (CTEPH): memetakan sumbatan menahun untuk menentukan apakah lebih sesuai operasi endarterektomi paru, angioplasti balon paru, atau obat.
  • Emboli paru berat: pada keadaan tertentu, kateter dipakai untuk mengurai atau menyedot bekuan bila obat penghancur bekuan tidak dapat diberikan.
  • Penyempitan arteri paru: misalnya pada kelainan bawaan atau peradangan pembuluh darah, termasuk sebelum tindakan pelebaran.
  • Malformasi arteriovena paru: sambungan abnormal antara arteri dan vena paru, yang dapat langsung ditutup lewat kateter.
  • Hasil pemeriksaan lain belum jelas: bila CT atau pemindaian ventilasi-perfusi belum memberi jawaban.

Angiografi Paru dan Jantung

Sumbatan di arteri paru membuat jantung kanan bekerja lebih berat. Bila berlangsung lama, bilik kanan dapat membesar dan melemah. Karena itu, angiografi paru sering dikerjakan bersama pengukuran tekanan di jantung kanan, sehingga dokter mendapat gambaran pembuluh paru sekaligus beban yang ditanggung jantung.

Kapan Tindakan Ini Dipertimbangkan?

Dokter dapat mempertimbangkan tindakan ini pada keadaan berikut. Keputusan selalu ditetapkan setelah evaluasi menyeluruh.

  • Dugaan Hipertensi Paru Tromboemboli KronisMemetakan sumbatan menahun dan menentukan pilihan pengobatan.
  • Emboli Paru Berat yang Perlu Tindakan KateterBila obat penghancur bekuan tidak dapat diberikan atau tidak berhasil.
  • Penyempitan Arteri ParuPada kelainan bawaan atau peradangan pembuluh darah, termasuk sebelum tindakan pelebaran.
  • Malformasi Arteriovena ParuUntuk memastikan dan, bila perlu, langsung menutupnya lewat kateter.
  • Hasil CT atau Pemindaian Paru Belum JelasMemberi gambaran pembuluh paru yang lebih rinci.
Tidak setiap pasien memerlukan tindakan ini. Tanyakan tujuan tindakan dan bagaimana hasilnya memengaruhi rencana perawatan Anda.
Keadaan yang Perlu Dipertimbangkan Lebih Dulu
  • Alergi Berat terhadap KontrasPerlu obat pencegah alergi atau pilihan pemeriksaan lain.
  • Fungsi Ginjal Sangat MenurunKontras dapat memperberat gangguan ginjal, sehingga perlu persiapan khusus.
  • Blok Cabang Berkas KiriKateter di bilik kanan dapat memicu gangguan hantaran, sehingga dokter menyiapkan alat pacu sementara.
  • Gagal Jantung Kanan BeratRisiko lebih tinggi; tindakan dilakukan dengan sangat hati-hati di pusat yang berpengalaman.
  • KehamilanPemeriksaan memakai sinar-X, sehingga manfaat dan risikonya dipertimbangkan matang.
  • Gangguan Pembekuan atau Infeksi AktifTindakan ditunda sampai keadaan ini terkendali bila memungkinkan.

Apa yang Perlu Disiapkan?

Tim akan menjelaskan persiapan sesuai keadaan Anda.

Puasa. Biasanya Anda diminta tidak makan beberapa jam sebelum tindakan. Ikuti waktu puasa yang diberikan petugas.

Pemeriksaan darah. Fungsi ginjal, pembekuan darah, dan darah lengkap diperiksa sebelum tindakan.

Obat pengencer darah. Dokter akan memberi tahu apakah obat ini perlu dihentikan atau diatur ulang. Jangan menghentikannya sendiri.

Obat lain. Bawa daftar obat Anda. Bila memakai metformin dan fungsi ginjal menurun, dokter dapat memintanya ditunda sementara.

Informasi penting. Beri tahu petugas bila Anda pernah alergi kontras, sedang hamil, atau memiliki gangguan ginjal.

Pendamping. Ajak keluarga untuk menemani dan membantu Anda pulang.

Belum jelas dengan instruksi persiapan? Tanyakan kepada tim sebelum menjalani tindakan.

Bagaimana Tindakan Dilakukan?

Tindakan dilakukan di ruang kateterisasi dan umumnya berlangsung sekitar satu jam. Anda tetap sadar, dan dapat diberi obat penenang ringan.

Persiapan dan Bius Lokal

Kulit di lipat paha atau leher dibersihkan, lalu dibius lokal sehingga Anda hanya merasakan tekanan, bukan nyeri.

Kateter Menuju Arteri Paru

Kateter tipis dimasukkan ke vena dan didorong perlahan dengan panduan sinar-X melewati jantung kanan sampai ke arteri paru. Tekanan di jantung kanan dan arteri paru biasanya diukur pada tahap ini.

Kontras dan Perekaman

Kontras disuntikkan sambil alat sinar-X merekam dari beberapa sudut. Anda dapat merasakan hangat sesaat atau ingin batuk, dan diminta menahan napas sebentar.

Selesai dan Penutupan

Kateter dicabut, lalu bekas tusukan ditekan beberapa menit dan ditutup dengan perban.

Manfaat dan Risiko Perlu Dibahas Bersama.

Setiap tindakan medis memiliki manfaat dan risiko. Dokter menjelaskan keduanya sesuai keadaan Anda sebelum tindakan.

Manfaat yang Dapat Diharapkan

  • Gambaran Pembuluh Paru yang RinciCabang arteri paru yang kecil pun dapat dinilai.
  • Menentukan Pilihan Pengobatan CTEPHMembantu memilih operasi, angioplasti balon paru, atau obat.
  • Sekaligus Mengukur TekananBersama kateterisasi jantung kanan, beban jantung kanan dapat dinilai.
  • Dapat Dilanjutkan TindakanPada keadaan tertentu, tindakan lanjutan dapat dilakukan lewat kateter yang sama.
  • Tanpa Sayatan BesarHanya memerlukan tusukan kecil di lipat paha atau leher.

Manfaat tindakan bukan janji kesembuhan. Tanyakan bagaimana hasilnya memengaruhi rencana perawatan Anda.

Risiko yang Perlu Diketahui

  • Memar atau Perdarahan di Bekas TusukanUmumnya ringan dan membaik dalam beberapa hari.
  • Gangguan Irama SesaatKateter yang melewati jantung kanan dapat memicu debar sesaat; biasanya hilang saat kateter digeser.
  • Reaksi terhadap KontrasDari gatal ringan sampai, sangat jarang, reaksi berat yang segera ditangani tim.
  • Gangguan GinjalKontras dapat memperberat gangguan ginjal pada pasien yang fungsi ginjalnya sudah menurun.
  • Paparan Sinar-XDosis dijaga serendah mungkin sesuai kebutuhan pemeriksaan.
  • Komplikasi BeratJarang terjadi, tetapi risikonya lebih tinggi pada hipertensi paru yang sangat berat.

Risiko setiap orang dapat berbeda. Penjelasan lengkap dan persetujuan tindakan diberikan setelah evaluasi individual.

Bagaimana Pemulihannya?

Setelah tindakan, Anda dipantau beberapa jam di ruang pemulihan. Sebagian pasien, terutama dengan hipertensi paru berat, dirawat semalam.

Berbaring. Anda diminta berbaring beberapa jam dan tidak menekuk tungkai bila kateter masuk lewat lipat paha.

Minum. Minum air putih yang cukup membantu ginjal membuang kontras, kecuali dokter membatasi cairan Anda.

Aktivitas. Hindari mengangkat beban berat selama beberapa hari sesuai arahan dokter.

Tanda yang perlu diwaspadai. Segera ke IGD atau hubungi tim medis bila Anda mengalami:

  • Perdarahan atau bengkak yang membesar di bekas tusukan
  • Sesak napas atau nyeri dada
  • Jantung berdebar tidak teratur atau pingsan
  • Gatal, ruam, atau sesak setelah kontras
  • Jumlah urine berkurang drastis

Kenali Tanda yang Perlu Segera Ditangani.

Ikuti arahan tim tentang tanda yang perlu diwaspadai. Bila muncul keluhan berat atau mendadak setelah tindakan, segera ke IGD terdekat atau hubungi Heart Attack Center 1500 258.

Dokter dan Dukungan Tindakan

Dokter berikut tercantum untuk tindakan ini. Urutan menurut nama, bukan peringkat.

Dr. dr. Dafsah A. Juzar, Sp.JP(K)

Kardiologi Intervensi

Coronary Intervention Procedures +1 center

Fokus klinisIntervensi Koroner Kompleks · Kateterisasi Jantung

Lihat Profil

dr. Emanoel Oepangat, Sp.JP(K)

Kardiologi Intervensi

Vascular Diagnostic and Therapeutic Center +1 center

Fokus klinisIntervensi Koroner · Intervensi Pembuluh Darah Perifer

Lihat Profil

dr. Santi R. Dewayanti, Sp.P

Spesialis Paru

Fokus klinisPenyakit Paru dan Pernapasan · Asma dan PPOK

Lihat Profil

Sebelum Merencanakan Tindakan.

Pertanyaan yang sering diajukan tentang angiografi paru. Perlu tidaknya tindakan ini untuk Anda ditentukan oleh dokter.

Apa bedanya angiografi paru dengan CT angiografi paru?

CT angiografi paru memakai CT scan dan kontras yang disuntikkan lewat infus di lengan, tanpa kateter, dan menjadi pemeriksaan pertama untuk emboli paru akut. Angiografi paru memakai kateter yang dimasukkan sampai ke arteri paru, sehingga gambarnya lebih rinci dan dapat dilakukan bersama pengukuran tekanan. Karena lebih invasif, tindakan ini dipakai pada keadaan khusus.

Apakah tindakan ini sakit?

Bius lokal membuat tusukan di lipat paha atau leher hanya terasa seperti ditekan. Kateter yang bergerak di dalam pembuluh darah umumnya tidak terasa. Saat kontras disuntikkan, Anda dapat merasakan hangat sesaat atau ingin batuk. Bila cemas, dokter dapat memberi obat penenang ringan.

Apakah saya perlu dirawat inap?

Banyak pasien dapat pulang di hari yang sama setelah dipantau beberapa jam. Namun, pasien dengan hipertensi paru berat, gangguan ginjal, atau yang menjalani tindakan lanjutan sering dirawat semalam supaya keadaan jantung, ginjal, dan bekas tusukan dapat dipantau lebih dekat. Dokter akan memberi tahu rencananya sebelum tindakan.

Apa itu CTEPH dan mengapa perlu angiografi paru?

CTEPH adalah hipertensi paru akibat bekuan lama yang tidak hancur dan berubah menjadi jaringan parut di arteri paru. Penyakit ini dapat diobati dengan operasi, angioplasti balon paru, atau obat. Angiografi paru memetakan letak sumbatan secara rinci sehingga tim dapat memilih pengobatan yang sesuai.

Bagaimana bila saya pernah alergi kontras?

Beri tahu dokter sejak awal. Bila alerginya ringan, dokter dapat memberi obat pencegah alergi sebelum tindakan dan memantau Anda lebih ketat. Bila reaksinya pernah berat, dokter akan menimbang ulang perlunya tindakan atau memilih pemeriksaan lain. Tim di ruang kateterisasi juga siap menangani reaksi alergi.

Kapan saya dapat beraktivitas kembali?

Sebagian besar pasien dapat kembali beraktivitas ringan keesokan harinya. Hindari mengangkat beban berat dan olahraga berat selama beberapa hari supaya bekas tusukan sembuh dengan baik. Waktu pastinya bergantung pada keadaan jantung, paru, dan tindakan lanjutan yang dilakukan, jadi ikuti arahan dokter.

Sumber dan Tinjauan Medis

Ditinjau secara medis oleh dr. Santi R. Dewayanti, Sp.P.

  1. Humbert M, Kovacs G, Hoeper MM, dkk. 2022 ESC/ERS Guidelines for the diagnosis and treatment of pulmonary hypertension. Eur Heart J. 2022;43(38):3618-3731.
  2. Delcroix M, Torbicki A, Gopalan D, dkk. ERS statement on chronic thromboembolic pulmonary hypertension. Eur Respir J. 2021;57(6):2002828.
  3. Konstantinides SV, Meyer G, Becattini C, dkk. 2019 ESC Guidelines for the diagnosis and management of acute pulmonary embolism developed in collaboration with the European Respiratory Society (ERS). Eur Heart J. 2020;41(4):543-603.
  4. Hofmann LV, Lee DS, Gupta A, dkk. Safety and hemodynamic effects of pulmonary angiography in patients with pulmonary hypertension: 10-year single-center experience. AJR Am J Roentgenol. 2004;183(3):779-785.
  5. Davenport MS, Perazella MA, Yee J, dkk. Use of intravenous iodinated contrast media in patients with kidney disease: consensus statements from the American College of Radiology and the National Kidney Foundation. Radiology. 2020;294(3):660-668.

Langkah berikutnya

Bahas Tindakan Ini dengan Lebih Jelas.

Konsultasikan tujuan, manfaat, dan risiko tindakan sebelum menentukan langkah berikutnya.

Konteks konsultasi: Angiografi Paru

Informasi di halaman ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi, diagnosis, atau pengobatan medis. Untuk keluhan kesehatan Anda, konsultasikan langsung dengan dokter.

Kembali ke Semua Prosedur