Jawaban singkat
Apa Itu Transplantasi Jantung?
Transplantasi jantung adalah operasi untuk mengganti jantung yang rusak berat dengan jantung sehat dari donor yang telah meninggal. Tindakan ini dipertimbangkan bagi penderita gagal jantung tahap lanjut yang tidak membaik dengan obat, alat, atau operasi lain. Setelahnya, penerima perlu minum obat antipenolakan seumur hidup dan menjalani kontrol rutin.
Sumber informasi01 / Memahami tindakan
Mengenal Transplantasi Jantung
Apa Itu Transplantasi Jantung
Transplantasi jantung, atau cangkok jantung, adalah operasi besar untuk mengganti jantung yang sudah rusak berat dengan jantung sehat dari donor yang telah meninggal. Tindakan ini menjadi pilihan bila gagal jantung sudah tahap lanjut dan obat, alat pacu khusus, atau operasi lain tidak lagi cukup membantu. Keputusan diambil bersama tim dokter setelah evaluasi yang menyeluruh.
Cara Kerja Singkat
Selama operasi, mesin jantung paru mengambil alih tugas jantung dan paru. Jantung yang rusak diangkat, lalu jantung donor dijahit ke serambi dan pembuluh darah besar pasien. Setelah aliran darah dibuka kembali, jantung baru mulai berdetak dan mesin dilepas perlahan. Sejak saat itu, obat antipenolakan menjaga agar sistem kekebalan tubuh tidak menyerang jantung baru.
Siapa yang Dipertimbangkan
Transplantasi umumnya dipertimbangkan pada orang dengan:
- Gagal jantung tahap lanjut: sesak dan lelah berat meski obat, alat, dan tindakan lain sudah dijalankan sesuai pedoman.
- Perawatan berulang: sering dirawat karena gagal jantung, atau bergantung pada obat infus penguat jantung.
- Kardiomiopati berat: otot jantung yang melemah, menebal, atau kaku dan tidak dapat diperbaiki dengan cara lain.
- Gangguan irama berbahaya: yang tetap muncul meski sudah ditangani dengan obat, alat kejut jantung, dan ablasi.
Evaluasi dan Daftar Tunggu
Sebelum masuk daftar tunggu, calon penerima menjalani evaluasi lengkap, misalnya ekokardiografi, kateterisasi jantung kanan untuk mengukur tekanan pembuluh paru, tes latihan jantung paru, tes darah, serta skrining infeksi dan kanker. Kesiapan mental dan dukungan keluarga juga dinilai. Jantung donor dicocokkan menurut golongan darah, ukuran tubuh, dan kecocokan sistem kekebalan, sehingga lama menunggu tidak dapat dipastikan. Sebagian pasien memerlukan alat bantu pompa jantung selama menunggu. Di Indonesia, transplantasi organ diatur pemerintah, dan organ tidak boleh diperjualbelikan.
Hidup dengan Jantung Baru
Penerima transplantasi minum obat antipenolakan seumur hidup, menjalani biopsi jantung berkala terutama pada tahun pertama, dan kontrol rutin untuk memantau penolakan, infeksi, serta efek samping obat. Dengan perawatan yang teratur, banyak penerima dapat kembali beraktivitas, bekerja, dan hidup lebih dari 10 tahun setelah transplantasi.
02 / Memahami tindakan
Kapan Tindakan Ini Dipertimbangkan?
Dokter dapat mempertimbangkan tindakan ini pada keadaan berikut. Keputusan selalu ditetapkan setelah evaluasi menyeluruh.
- Gagal Jantung Tahap LanjutGejala tetap berat meski obat, alat, dan tindakan lain sudah sesuai pedoman.
- Sering Dirawat karena Gagal JantungPerawatan berulang menandakan penyakit yang terus memburuk.
- Bergantung pada Obat Infus atau Alat Bantu PompaJantung tidak lagi mampu bekerja tanpa bantuan obat infus atau alat.
- Kardiomiopati BeratKerusakan otot jantung yang tidak dapat diperbaiki dengan cara lain.
- Gangguan Irama Berbahaya yang Tidak TerkendaliTetap muncul meski sudah ditangani dengan obat, alat kejut jantung, dan ablasi.
- Penyakit Jantung Bawaan KompleksPada kasus tertentu bila operasi lain tidak lagi memungkinkan.
Keadaan yang Perlu Dipertimbangkan Lebih Dulu
- Kanker AktifObat antipenolakan dapat membuat kanker bertambah berat.
- Infeksi yang Belum TerkendaliInfeksi harus diatasi lebih dahulu sebelum transplantasi.
- Hipertensi Paru Berat yang MenetapTekanan pembuluh paru yang sangat tinggi dapat membuat jantung donor gagal.
- Kerusakan Berat Organ LainMisalnya ginjal, hati, atau paru, kecuali dipertimbangkan transplantasi gabungan.
- Masih Merokok, Minum Alkohol, atau Memakai NarkobaKebiasaan ini harus dihentikan sebelum evaluasi dilanjutkan.
- Sulit Menjalani Pengobatan Seumur HidupObat antipenolakan harus diminum teratur, sehingga dukungan keluarga ikut dinilai.
03 / Sebelum tindakan
Apa yang Perlu Disiapkan?
Persiapan transplantasi berlangsung jauh sebelum hari operasi.
Evaluasi lengkap. Ikuti seluruh pemeriksaan yang diminta tim, termasuk pemeriksaan gigi dan skrining infeksi, karena masalah kecil dapat menjadi berat setelah minum obat antipenolakan.
Selama menunggu. Tetap minum obat gagal jantung, datang kontrol sesuai jadwal, dan pastikan ponsel selalu aktif karena panggilan bisa datang kapan saja.
Gaya hidup. Berhenti merokok dan minum alkohol, jaga berat badan, ikuti pola makan yang dianjurkan, dan tetap bergerak sesuai kemampuan.
Vaksinasi. Lengkapi vaksinasi sesuai anjuran dokter sebelum transplantasi.
Dukungan keluarga. Siapkan pendamping, rencana perjalanan ke rumah sakit, dan bantuan di rumah selama masa pemulihan.
Saat dipanggil. Berhenti makan dan minum sejak dihubungi tim, lalu bawa daftar obat dan dokumen yang diminta.
Belum jelas dengan instruksi persiapan? Tanyakan kepada tim sebelum menjalani tindakan.
04 / Saat tindakan
Bagaimana Tindakan Dilakukan?
Operasi umumnya berlangsung 4 sampai 6 jam, dan dapat lebih lama bila pasien pernah menjalani operasi jantung atau memakai alat bantu pompa jantung.
Pemanggilan dan Pemeriksaan Akhir
Bila jantung donor yang cocok tersedia, tim menghubungi pasien. Pemeriksaan darah dan pemeriksaan akhir dilakukan untuk memastikan kecocokan dan kesiapan pasien.
Pembiusan dan Mesin Jantung Paru
Pasien dibius total. Dada dibuka melalui tulang dada, lalu mesin jantung paru dipasang untuk mengalirkan darah dan oksigen ke seluruh tubuh.
Penggantian Jantung
Jantung yang rusak diangkat. Jantung donor kemudian dijahit ke serambi atau pembuluh balik besar, aorta, dan arteri paru pasien.
Jantung Baru Mulai Berdetak
Aliran darah dibuka kembali dan jantung baru mulai berdetak. Kabel pacu sementara dipasang, mesin jantung paru dilepas perlahan, dan dada ditutup. Pasien lalu dirawat di ruang intensif.
05 / Manfaat dan risiko
Manfaat dan Risiko Perlu Dibahas Bersama.
Setiap tindakan medis memiliki manfaat dan risiko. Dokter menjelaskan keduanya sesuai keadaan Anda sebelum tindakan.
Manfaat yang Dapat Diharapkan
- Harapan Hidup Lebih PanjangBanyak penerima dapat hidup lebih dari 10 tahun setelah transplantasi.
- Kualitas Hidup MembaikSesak dan lelah berkurang sehingga aktivitas sehari-hari terasa lebih ringan.
- Lebih Jarang DirawatJantung baru mengurangi perawatan berulang akibat gagal jantung.
- Kembali Bekerja dan BeraktivitasDengan perawatan teratur, banyak penerima kembali menjalani kegiatan sehari-hari.
- Pilihan bila Terapi Lain Tidak MembantuMemberi harapan baru saat obat, alat, dan operasi lain sudah tidak cukup.
Manfaat tindakan bukan janji kesembuhan. Tanyakan bagaimana hasilnya memengaruhi rencana perawatan Anda.
Risiko yang Perlu Diketahui
- Penolakan JantungSistem kekebalan dapat menyerang jantung baru, sehingga perlu obat dan biopsi berkala.
- InfeksiObat antipenolakan menurunkan daya tahan tubuh terhadap kuman.
- Perdarahan dan Komplikasi Operasi BesarTermasuk gangguan irama, gangguan ginjal, atau masalah pada luka operasi.
- Jantung Donor Belum Bekerja BaikPada awal setelah operasi, sebagian pasien memerlukan obat atau alat bantu sementara.
- Penyempitan Pembuluh Jantung BaruDapat terjadi dalam jangka panjang dan sering tanpa nyeri dada, sehingga perlu pemeriksaan rutin.
- Efek Samping Obat Jangka PanjangMisalnya tekanan darah tinggi, gangguan ginjal, diabetes, dan risiko kanker kulit.
Risiko setiap orang dapat berbeda. Penjelasan lengkap dan persetujuan tindakan diberikan setelah evaluasi individual.
06 / Setelah tindakan
Bagaimana Pemulihannya?
Pasien dirawat di ruang intensif selama beberapa hari, lalu di ruang rawat biasa. Lama rawat inap umumnya sekitar 1 sampai 3 minggu.
Obat antipenolakan. Diminum seumur hidup tepat waktu, dengan pemeriksaan darah berkala untuk mengatur dosisnya.
Biopsi jantung. Diambil berkala, terutama pada tahun pertama, untuk mendeteksi penolakan sebelum menimbulkan gejala.
Rehabilitasi jantung. Latihan bertahap membantu memulihkan kekuatan. Banyak penerima kembali beraktivitas ringan dalam beberapa minggu.
Mencegah infeksi. Rajin cuci tangan, hindari orang yang sedang sakit, makan makanan yang matang, dan ikuti jadwal vaksinasi dari dokter.
Tanda yang perlu diwaspadai. Segera ke IGD atau hubungi tim transplantasi bila Anda mengalami:
- Demam, menggigil, atau batuk yang tidak membaik
- Sesak napas atau bengkak yang bertambah
- Berat badan naik cepat dalam beberapa hari
- Jantung berdebar, pusing berat, atau pingsan
- Terlewat minum obat antipenolakan atau muntah setelah meminumnya
Kenali Tanda yang Perlu Segera Ditangani.
Ikuti arahan tim tentang tanda yang perlu diwaspadai. Bila muncul keluhan berat atau mendadak setelah tindakan, segera ke IGD terdekat atau hubungi Heart Attack Center 1500 258.
07 / Tim dan dukungan
Dokter dan Dukungan Tindakan
Dokter berikut tercantum untuk tindakan ini. Urutan menurut nama, bukan peringkat.

Dr. dr. Dudy A. Hanafy, Sp.BTKV, Subsp. JD(K), MARS
Bedah Jantung Dewasa
Advanced Cardiovascular Surgical Care +1 center
Fokus klinisBedah Jantung Minimal Invasif · Operasi Bypass Koroner
Lihat Profil
dr. Siska S. Danny, Sp.JP(K)
Kardiologi Intervensi
Coronary Intervention Procedures
Fokus klinisPCI pada Sindrom Koroner Akut · Intervensi Koroner Primer
Lihat Profil
dr. Widya T. Suwatri, Sp.BTKV, Subsp. JD(K)
Bedah Jantung Dewasa
Advanced Cardiovascular Surgical Care +1 center
Fokus klinisBedah Jantung Minimal Invasif · Operasi Bypass Koroner
Lihat Profil08 / Pertanyaan umum
Sebelum Merencanakan Tindakan.
Pertanyaan yang sering diajukan tentang transplantasi jantung. Pilihan yang tepat untuk kondisi Anda dibahas bersama dokter.
Siapa yang membutuhkan transplantasi jantung?
Transplantasi dipertimbangkan bagi penderita gagal jantung tahap lanjut yang tetap bergejala berat meski obat, alat, dan tindakan lain sudah dijalankan sesuai pedoman. Dokter juga menilai usia, kondisi organ lain, riwayat kanker atau infeksi, serta kesiapan pasien dan keluarga untuk menjalani pengobatan seumur hidup setelah transplantasi.
Dari mana jantung donor berasal?
Jantung donor berasal dari orang yang telah dinyatakan meninggal oleh tim dokter dan keluarganya menyetujui donasi organ. Jantung dicocokkan menurut golongan darah, ukuran tubuh, dan kecocokan sistem kekebalan. Di Indonesia, transplantasi organ diatur pemerintah, dan organ donor tidak boleh diperjualbelikan dalam bentuk apa pun.
Berapa lama menunggu jantung donor?
Lama menunggu tidak dapat dipastikan. Waktunya bergantung pada ketersediaan donor, golongan darah, ukuran tubuh, dan seberapa gawat kondisi pasien. Selama menunggu, pasien tetap dirawat dengan obat gagal jantung, dan sebagian memerlukan alat bantu pompa jantung untuk menjaga kondisi tetap stabil sampai jantung donor tersedia.
Apakah penerima harus minum obat seumur hidup?
Ya. Obat antipenolakan harus diminum seumur hidup agar sistem kekebalan tubuh tidak menyerang jantung baru. Dosisnya diatur berdasarkan pemeriksaan darah berkala. Melewatkan obat dapat memicu penolakan, sehingga penting untuk minum obat tepat waktu dan segera menghubungi tim bila terlewat atau muntah setelah meminumnya.
Berapa lama pemulihan setelah transplantasi jantung?
Pasien dirawat di ruang intensif selama beberapa hari, lalu di ruang rawat biasa dengan total rawat inap sekitar 1 sampai 3 minggu. Setelah pulang, rehabilitasi jantung dan kontrol rutin berlanjut. Banyak penerima kembali beraktivitas ringan dalam beberapa minggu dan kembali bekerja dalam beberapa bulan, sesuai arahan tim.
Apakah ada pilihan selain transplantasi jantung?
Ada. Bergantung pada kondisi, pilihannya antara lain obat gagal jantung sesuai pedoman, alat pacu khusus, alat kejut jantung, operasi katup atau bypass, dan alat bantu pompa jantung jangka panjang. Bagi sebagian pasien, perawatan paliatif membantu mengurangi keluhan dan menjaga kenyamanan. Dokter membantu menilai pilihan yang sesuai.
Sumber dan Tinjauan Medis
Ditinjau secara medis oleh Dr. dr. Dudy A. Hanafy, Sp.BTKV, Subsp. JD(K), MARS.
- Mehra MR, Canter CE, Hannan MM, dkk. The 2016 International Society for Heart Lung Transplantation listing criteria for heart transplantation: A 10-year update. J Heart Lung Transplant. 2016;35(1):1-23.
- Velleca A, Shullo MA, Dhital K, dkk. The International Society for Heart and Lung Transplantation (ISHLT) guidelines for the care of heart transplant recipients. J Heart Lung Transplant. 2023;42(5):e1-e141.
- McDonagh TA, Metra M, Adamo M, dkk. 2021 ESC Guidelines for the diagnosis and treatment of acute and chronic heart failure. Eur Heart J. 2021;42(36):3599-3726.
- Khush KK, Cherikh WS, Chambers DC, dkk. The International Thoracic Organ Transplant Registry of the International Society for Heart and Lung Transplantation: Thirty-sixth adult heart transplantation report, 2019. J Heart Lung Transplant. 2019;38(10):1056-1066.

