Jawaban singkat
Apa Itu Tes Anti-dsDNA?
Tes anti-dsDNA mencari antibodi yang keliru menyerang DNA untai ganda di inti sel. Antibodi ini sangat khas untuk lupus dan kadarnya sering naik saat penyakit kambuh, terutama bila ginjal ikut meradang. Karena itu, tes ini dipakai untuk membantu diagnosis sekaligus memantau lupus bersama tes komplemen.
Sumber informasi01 / Memahami tindakan
Mengenal Tes Anti-dsDNA
Apa Itu Tes Anti-dsDNA
DNA untai ganda (double-stranded DNA atau dsDNA) adalah bahan genetik di dalam inti sel. Pada lupus, tubuh dapat membuat antibodi yang keliru menyerang DNA ini. Tes anti-dsDNA mengukur antibodi tersebut dalam darah. Antibodi ini ditemukan pada sekitar separuh sampai dua pertiga pasien lupus dan jarang ditemukan pada penyakit lain.
Cara Kerja Singkat
Serum Anda direaksikan dengan DNA untai ganda yang sudah disiapkan di laboratorium. Bila antibodi anti-dsDNA ada, antibodi akan menempel pada DNA dan terbaca oleh alat. Hasilnya dilaporkan sebagai negatif atau positif beserta kadarnya.
Membaca Hasil
- Negatif: antibodi tidak ditemukan. Hasil negatif tidak menyingkirkan lupus, karena sebagian pasien lupus tidak memiliki anti-dsDNA.
- Positif: sangat mendukung lupus bila disertai gejala yang sesuai. Kadar yang rendah kadang ditemukan pada keadaan lain, sehingga dibaca bersama gejala.
- Perubahan kadar: pada pasien lupus, kadar yang naik bersama komplemen yang turun dapat menandakan kekambuhan, terutama pada ginjal.
Laboratorium dapat memakai metode yang berbeda, dan hasil antarmetode tidak dapat dibandingkan langsung. Untuk pemantauan, sebaiknya tes diulang dengan metode yang sama.
Anti-dsDNA dan Jantung
Lupus dapat menyerang jantung, misalnya peradangan selaput jantung (perikarditis), peradangan otot jantung (miokarditis), dan penebalan katup. Pasien lupus juga memiliki risiko penyakit jantung koroner yang lebih tinggi daripada orang seusianya, sehingga faktor risiko seperti tekanan darah dan kolesterol perlu dikendalikan lebih ketat.
Beberapa obat jantung dan tekanan darah, seperti hidralazin dan prokainamid, dapat menimbulkan lupus akibat obat. Pada keadaan ini anti-dsDNA biasanya negatif, sehingga tes ini membantu dokter membedakannya dari lupus biasa.
02 / Memahami tindakan
Kapan Tindakan Ini Dipertimbangkan?
Dokter dapat mempertimbangkan tindakan ini pada keadaan berikut. Keputusan selalu ditetapkan setelah evaluasi menyeluruh.
- Tes ANA Positif dengan Dugaan LupusSeperti nyeri sendi, ruam, sariawan berulang, atau rambut rontok.
- Pemantauan LupusDiulang berkala atau saat keluhan berubah untuk menilai aktivitas penyakit.
- Gangguan Ginjal pada LupusUrine berprotein atau berdarah, untuk menilai peradangan ginjal.
- Perikarditis atau Miokarditis tanpa Sebab JelasSebagai bagian dari pencarian penyakit autoimun.
- Dugaan Lupus Akibat ObatMisalnya saat memakai hidralazin, prokainamid, atau obat anti-TNF.
- Perencanaan Kehamilan pada LupusUntuk memastikan lupus tenang sebelum hamil.
Keadaan yang Perlu Dipertimbangkan Lebih Dulu
- Tes ANA Belum DiperiksaTes ini umumnya diminta setelah ANA positif, bukan sebagai tes penyaring pertama.
- Metode Laboratorium BerbedaHasil antarmetode tidak dapat dibandingkan langsung. Pemantauan sebaiknya memakai metode yang sama.
- Kadar Positif RendahKadang ditemukan pada keadaan selain lupus, sehingga dibaca bersama gejala.
- Obat Anti-TNFObat ini dapat memunculkan anti-dsDNA. Beri tahu dokter bila Anda memakainya.
- Baru Menjalani Transfusi atau Penggantian PlasmaKadar antibodi dapat berubah. Beri tahu petugas.
03 / Sebelum tindakan
Apa yang Perlu Disiapkan?
Tes anti-dsDNA memakai sampel darah dan tidak memerlukan puasa.
Makan dan minum. Makan dan minum seperti biasa, kecuali tes lain yang diperiksa bersamaan memerlukan puasa.
Obat. Minum obat seperti biasa, termasuk obat lupus, kecuali dokter meminta lain. Bawa daftar obat Anda, terutama bila memakai hidralazin, prokainamid, atau obat anti-TNF.
Informasi penting. Beri tahu petugas bila Anda sedang hamil atau baru menjalani transfusi atau penggantian plasma.
Hasil sebelumnya. Bawa hasil anti-dsDNA, komplemen, dan tes urine sebelumnya, beserta nama laboratoriumnya, supaya perubahan dapat dibandingkan.
Belum jelas dengan instruksi persiapan? Tanyakan kepada tim sebelum menjalani tindakan.
04 / Saat tindakan
Bagaimana Tindakan Dilakukan?
Pengambilan darah umumnya selesai dalam 10 menit. Hasil biasanya tersedia dalam satu sampai beberapa hari.
Pencocokan Identitas
Petugas mencocokkan identitas Anda dengan permintaan pemeriksaan dan menanyakan obat yang sedang Anda pakai.
Pengambilan Darah
Darah diambil dari pembuluh darah di lipat siku ke dalam tabung serum.
Pemeriksaan di Laboratorium
Serum direaksikan dengan DNA untai ganda. Alat membaca apakah antibodi menempel dan seberapa banyak kadarnya.
Pembacaan Hasil
Dokter membaca hasil bersama keluhan, tes ANA, komplemen, tes urine, dan hasil anti-dsDNA sebelumnya.
05 / Manfaat dan risiko
Manfaat dan Risiko Perlu Dibahas Bersama.
Setiap tindakan medis memiliki manfaat dan risiko. Dokter menjelaskan keduanya sesuai keadaan Anda sebelum tindakan.
Manfaat yang Dapat Diharapkan
- Sangat Mendukung Diagnosis LupusAnti-dsDNA jarang ditemukan pada penyakit selain lupus.
- Memantau Aktivitas LupusPerubahan kadar membantu dokter menilai apakah penyakit sedang aktif.
- Waspada Kekambuhan GinjalKadar yang naik dapat mendahului peradangan ginjal.
- Membantu Membedakan Lupus Akibat ObatLupus akibat obat jantung tertentu biasanya tanpa anti-dsDNA.
- Cukup dari Sampel DarahTidak memerlukan tindakan selain pengambilan darah.
Manfaat tindakan bukan janji kesembuhan. Tanyakan bagaimana hasilnya memengaruhi rencana perawatan Anda.
Risiko yang Perlu Diketahui
- Nyeri atau Memar KecilDi bekas tusukan jarum, umumnya ringan dan cepat hilang.
- Pusing atau Pingsan SesaatSebagian orang merasa pusing saat diambil darah. Beri tahu petugas supaya Anda dapat berbaring.
- Hasil Berbeda AntarmetodeHasil dari laboratorium lain dapat berbeda, sehingga perbandingan sebaiknya memakai metode yang sama.
- Infeksi di Bekas TusukanSangat jarang karena kulit dibersihkan dan alat yang dipakai steril serta sekali pakai.
Risiko setiap orang dapat berbeda. Penjelasan lengkap dan persetujuan tindakan diberikan setelah evaluasi individual.
06 / Setelah tindakan
Bagaimana Pemulihannya?
Tidak ada masa pemulihan. Anda dapat langsung kembali beraktivitas.
Bekas tusukan. Memar kecil wajar dan hilang dalam beberapa hari.
Bila hasil positif. Dokter melengkapi pemeriksaan, misalnya tes komplemen, tes urine, fungsi ginjal, atau ekokardiografi bila ada keluhan jantung.
Pemantauan lupus. Anti-dsDNA biasanya diulang berkala bersama komplemen dan tes urine sesuai jadwal dari dokter.
Tanda yang perlu diwaspadai. Segera ke IGD atau hubungi tim medis bila Anda mengalami:
- Nyeri dada tajam yang bertambah saat menarik napas atau berbaring
- Sesak napas atau jantung berdebar
- Bengkak di wajah atau tungkai dengan urine berkurang, berbusa, atau berwarna merah
- Demam tinggi disertai lemas berat
Kenali Tanda yang Perlu Segera Ditangani.
Ikuti arahan tim tentang tanda yang perlu diwaspadai. Bila muncul keluhan berat atau mendadak setelah tindakan, segera ke IGD terdekat atau hubungi Heart Attack Center 1500 258.
07 / Tim dan dukungan
Dokter dan Dukungan Tindakan
Dokter berikut tercantum untuk tindakan ini. Urutan menurut nama, bukan peringkat.

dr. Debby C. Soemitha, Sp.PD
Spesialis Penyakit Dalam
Fokus klinisDiabetes dan Komplikasi Diabetes · Obesitas dan Penyakit Metabolik
Lihat Profil
Dr. med. dr. Denio A. Ridjab, Sp.JP(K)
Kardiologi Intervensi
Coronary Intervention Procedures +2 center
Fokus klinisKardiologi Intervensi · Penyakit Jantung Koroner
Lihat Profil
dr. Khaira U. Yusrie, Sp.PD-KGEH
Gastroenterologi Hepatologi
Fokus klinisPenyakit Dalam · Gastroenterologi dan Hepatologi
Lihat Profil08 / Pertanyaan umum
Sebelum Merencanakan Tindakan.
Pertanyaan yang sering diajukan tentang tes anti-dsDNA. Arti hasil untuk kondisi Anda dijelaskan oleh dokter.
Apa bedanya tes ANA dan tes anti-dsDNA?
Tes ANA adalah tes penyaring yang menunjukkan ada tidaknya antibodi terhadap inti sel, dan hasilnya dapat positif pada banyak keadaan. Tes anti-dsDNA mencari satu jenis antibodi yang jauh lebih khas untuk lupus. Karena itu, anti-dsDNA biasanya diperiksa setelah ANA positif untuk memperjelas diagnosis.
Apakah anti-dsDNA positif berarti saya pasti lupus?
Anti-dsDNA sangat khas untuk lupus, terutama bila kadarnya tinggi. Namun, diagnosis tetap ditetapkan dari gabungan gejala, pemeriksaan fisik, dan tes lain. Kadar positif yang rendah kadang ditemukan pada keadaan lain, sehingga dokter selalu membacanya bersama keluhan Anda dan hasil tes lainnya.
Mengapa anti-dsDNA perlu diperiksa berulang?
Berbeda dengan sebagian antibodi lain, kadar anti-dsDNA dapat naik dan turun mengikuti aktivitas lupus. Kadar yang naik, terutama bila komplemen ikut turun, dapat menandakan kekambuhan. Karena itu, dokter memeriksanya berkala, biasanya bersama komplemen dan tes urine, untuk menilai apakah pengobatan perlu disesuaikan.
Apa hubungan anti-dsDNA dengan ginjal?
Anti-dsDNA berkaitan erat dengan peradangan ginjal pada lupus, yang disebut nefritis lupus. Kenaikan kadarnya dapat mendahului kekambuhan ginjal. Bila anti-dsDNA naik, dokter biasanya memeriksa tes urine dan fungsi ginjal, karena peradangan ginjal sering tidak menimbulkan keluhan pada awalnya dan lebih baik ditangani sejak dini.
Saya minum hidralazin, apakah bisa terkena lupus?
Hidralazin dan prokainamid dapat menimbulkan lupus akibat obat pada sebagian kecil pemakainya, dengan gejala seperti nyeri sendi, demam, atau radang selaput jantung. Pada keadaan ini anti-dsDNA biasanya negatif. Keluhan biasanya membaik setelah obat diganti oleh dokter. Jangan menghentikan obat sendiri; diskusikan keluhan Anda dengan dokter yang meresepkannya.
Apa hubungan lupus dengan penyakit jantung?
Lupus dapat menyerang selaput jantung, otot jantung, dan katup. Pasien lupus juga memiliki risiko penyakit jantung koroner yang lebih tinggi daripada orang seusianya, akibat peradangan menahun dan faktor risiko lain. Karena itu, pemeriksaan jantung dan pengendalian tekanan darah serta kolesterol dianjurkan secara berkala.
Sumber dan Tinjauan Medis
Ditinjau secara medis oleh dr. Debby C. Soemitha, Sp.PD.
- Pisetsky DS, Lipsky PE. New insights into the role of antinuclear antibodies in systemic lupus erythematosus. Nat Rev Rheumatol. 2020;16(10):565-579.
- Aringer M, Costenbader K, Daikh D, dkk. 2019 European League Against Rheumatism/American College of Rheumatology classification criteria for systemic lupus erythematosus. Arthritis Rheumatol. 2019;71(9):1400-1412.
- Linnik MD, Hu JZ, Heilbrunn KR, dkk. Relationship between anti-double-stranded DNA antibodies and exacerbation of renal disease in patients with systemic lupus erythematosus. Arthritis Rheum. 2005;52(4):1129-1137.
- Fanouriakis A, Kostopoulou M, Andersen J, dkk. EULAR recommendations for the management of systemic lupus erythematosus: 2023 update. Ann Rheum Dis. 2024;83(1):15-29.
- Kidney Disease: Improving Global Outcomes (KDIGO) Lupus Nephritis Work Group. KDIGO 2024 Clinical Practice Guideline for the management of lupus nephritis. Kidney Int. 2024;105(1S):S1-S69.
- Miner JJ, Kim AHJ. Cardiac manifestations of systemic lupus erythematosus. Rheum Dis Clin North Am. 2014;40(1):51-60.

